Rabu, 31 Januari 2018

Cara Membuat Menu dan Sub Menu di Blogger


Cara Membuat Menu dan Sub Menu di Blogger

Para blogger saya akan berbagi cara membuat sub menu bar di blog. Sub menu bar sangat diperlukan bagi setiap blogger sejati. Bagi para pengunjung hal ini juga sangat dibutuhkan guna mencari informasi berdasarkan pada kategori di sub menu bar. Memberi sub menu bar juga membuat blog kita tampak lebih tampan, teratur, dan praktis (tidak acak-acakan). Langkah-langkahnya berhubungan dengan edit HTML. Bagi para blogger pemula mungkin akan merasa sulit, tetapi sebenarnya hal ini sangat mudah. Ikuti saja langkah-langkah yang kami jelaskan di bawah ini. 


Langsung aja ya....


Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan :
  1. Klik Menu Desain 
  1. Pilih Menu Template lalu pilih menu Edit HTML 
  1. Pilih/klik menu Lanjutkan
  1. Pilih/klik menu Expand Template Widget
  1. <div class='main-outer'> atau
    <div id='main-wrapper'> atau <div id='main'>
     
    Cari scrift berikut :



Agar lebih mudah, klik saja F3 atau ctrl+F pada keyboard lalu pilh salah satu scrift diatas. Berdasarkan pengalaman saya setelah membolak balik informasi di www.google.com maka yang cocok adalah :
div class='main-outer'>.
Bisa jadi beda dengan template yang lain…

Setelah dapat, copas scrift berikut tepat diatas scrift yang dicari tadi : 

<style>
/* -- Menu Horizontal + Sub Menu-- */
#cat-nav {background:#156994;margin:0 15px;padding:0;height:35px;}
#cat-nav a { color:#eee; text-decoration:none; text-shadow: #033148 0px 1px 0px;border-right:1px solid #156994;}
#cat-nav a:hover { color:#fff; }
#cat-nav li:hover { background:#000; }
#cat-nav a span { font-family:Verdana, Geneva, sans-serif; font-size:11px; font-style:normal; font-weight:400; color:#fff; text-shadow:none;}
#cat-nav .nav-description { display:block; }
#cat-nav a:hover span { color:#fff; }
#secnav, #secnav ul { position:relative; z-index:100; margin:0; padding:0; list-style:none; line-height:1; background:#0d5e88; }
#secnav a { font-family:Georgia, "Times New Roman", Times, serif; font-style:italic; font-weight:700; font-size:14px; display:block; z-index:100; padding:0 15px; line-height:35px; text-decoration:none;}
#secnav li { float:left; width: auto; height:35px;}
#secnav li ul  { position: absolute; left: -999em; width: 200px; top:35px}
#secnav li ul li  { height:30px; border-top:1px solid #fff; }
#secnav li ul li a  { font-family:Verdana, Geneva, sans-serif; width:180px; line-height:30px; padding:0 10px; font-size:11px; font-style:normal; font-weight:400; color:#eee; }
#secnav li ul ul  { margin: -30px 0 0 180px; }
#secnav li:hover ul ul, #secnav li:hover ul ul ul, #secnav li.sfhover ul ul, #secnav li.sfhover ul ul ul { left:-999em; }
#secnav li:hover ul, #secnav li li:hover ul, #secnav li li li:hover ul, #secnav li.sfhover ul, #secnav li li.sfhover ul, #secnav li li li.sfhover ul { left: auto; }
#secnav li:hover,#secnav li.hover  { position:static; }
#cat-nav #secnav {width:100%;margin:0 auto;}
</style>
<div id='cat-nav'>
<ul class='fl' id='secnav'>
<li><a href='#'>Beranda</a></li>
<li><a href='#'>Menu 1</a></li>
<li><a href='#'>Menu 2</a>
<ul id='sub-custom-nav'>
<li><a href='#'>Sub Menu2 a</a></li>
<li><a href='#'>Sub Menu2 b</a></li>
</ul>
</li>
<li><a href='#'>Menu3</a>
<ul id='sub-custom-nav'>
<li><a href='#'>Sub Menu3a</a></li>
<li><a href='#'>Sub Menu3b </a></li>
</ul>
</li>
<li><a href='#'>Menu4</a>
<ul id='sub-custom-nav'>
<li><a href='#'>Sub Menu4a</a></li>
<li><a href='#'>Sub Menu4b </a></li>
</ul>
</li>
<li><a href='#'>Menu5</a></li>
</ul>
</div>


PENJELASAN :
    • Ganti tanda # (warna biru) dengan link/url yang anda inginkan. Bisa jadi link posting atau label (katagori) yang ada pada blog anda.
    • Ganti Tulisan warna biru dengan menu dan sub menu yang anda inginkan.
    • Setiap sub menu bisa ditambah atau dikurangkan sesuai keinginan. 

7. Setelah itu klik Pratinjau dulu untuk memastikan scrift sudah benar . Lalu simpanlah/save. Dan tutup edit HTML tersebut.

Saran : back up dulu template anda sebelum merubah/menambah scrift diatas, agar bisa dimanfaatkan kembali jika ada masalah dengan penambahan srcritf diatas.

8. Untuk menghilangkan tampilan tampilan dabel dengan Laman Utama, 
Maka ikutilah saran berikut :

  • Masuk ke Menu Laman 
  • Lalu pilih tampilan halaman dengan memilih "jangan tampilkan"
  • Simpan setelan, maka laman utama akan tampil sendiri sesuai dengan scrift yang kita ketikkan tadi.
Blog sudah bisa dipublikasikan...
Apabila melalui cara yang kami bagikan ini belum berhasil, coba sahabat ulangi lagi dengan sabar. jika berkali-kali memang tidak bisa, sahabat bisa berkonsultasi dengan Info Bagus Fakta Bagus melalui komentar di bagian bawah ini. 

Semoga bermanfaat kebaikan.

sumber : Info Bagus

Jenis - jenis chakra dan fungsinya

Fungsi, Urutan dan Sistem Chakra Tubuh

1. Chakra Pertama

  • Lokasi : Tulang Ekor
  • Warna : Merah
  • Fungsi : survival, gaya hidup yang mengutamakan energi fisik
  • Disfungsi : konstipasi, wasir, berat badan, penyakit pegal pada pinggang radang sendi, gangguan lutut, anorexia nervosa
Chakra dasar mempunyai 4 lembar daun yang merupakan pusat energi dari tubuh fisik, kehidupan materi dan keinginan untuk hidup. Jika seseorang berlatih dan berhasil membuka dan memperkuat Chakra ekor ini, maka menjadikan seseorang cenderung hidup dengan penuh semangat dan motivasi. Sebaliknya, chakra dasar yang kecil, kotor dan terhambat menjadikan hidup bermalas-malasan, tanpa semangat bahkan memiliki kecenderungan mudah putus asa bahkan bunuh diri.

2. Chakra Kedua



  • Lokasi : Rongga perut bawah diatas kelamin
  • Warna : Jingga
  • Fungsi : asimilasi, seksual, kesenangan, keinginan, gaya hidup yang memanjakan emosi
  • Disfungsi : gangguan kandung kemih dan ginjal, gangguan alat kelamin dan problem seksual, gangguan pinggang
Chakra sex memiliki 6 lembar daun. Chakra seks berhubungan dengan penciptaan atau reproduksi dan mempengaruhi aktivitas seksual seseorang. Chakra seks berkaitan erat dengan chakra tenggorokan yang berfungsi dalam penciptaan kreativitas atau ide. Jika seseorang membuka dan memperkuat chakra seksnya, maka akan menjadi bersih dan aktif. Ini akan berdampak pikiran yang lebih positif serta percaya diri. Sebaliknya seseorang yang chakra seksnya kotor dan terhambat menjadikan ia tidak perduli, kasar, berpikir negatif, kurang kreatif, termasuk juga seks menyimpang.

3. Chakra Ketiga

  • Lokasi : Solar plexus, daerah pusar
  • Warna : Kuning
  • Fungsi : pertumbuhan, penyembuhan, menerima dan mengeluarkan energi, tenaga bagi kemauan, tenaga personal
  • Disfungsi : gangguan pencernaan, borok, kencing manis, hypoglycemia, gangguan hati, metabolisme yang menyebabkan kegemukan
Chakra ini amat penting dalam mempertahankan vitalitas seseorang. Chakra ini memiliki 10 lembar daun. Chakra pusar berkaitan erat dengan sifat-sifat yang membawa kecenderungan seperti iri hati, rasa malu, tidak puas, murung, benci dan takut (kekurangan rasa aman). Jika seseorang berhasil membuka dan mengaktifkan maka menjadikan Chakra ketiga ini berkembang dan bersih. Ini menjadikan seseorang mampu mengatasi hal-hal seperti tersebut di atas dan mengubahnya menjadi suatu yang positif seperti rasa aman, puas, gembira, nyaman dan percaya diri.

4. Chakra Keempat

  • Lokasi : Daerah jantung
  • Warna : Hijau
  • Fungsi : mencintai diri, mencintai orang lain, pemenuhan hajat hidup, energi mental, kesadaran dan penyembuhan
  • Disfungsi : gangguan jantung, asma, dan paru-paru
Chakra ini memiliki 12 lembar daun. Chakra jantung adalah chakra yang amat penting dalam spiritual karena dihubungkan sebagai lambang cinta kasih dan penyembuhan. Secara fisik chakra jantung mengatur jantung dan kelenjar thymus. Chakra jantung merupakan pusat dari seluruh perasaan halus seperti kasih sayang dan cinta kasih. Seseorang dengan chakra jantung yang kecil, kotor atau terhambat akan memiliki kecenderungan egois, sombong, fanatik, tamak/rakus, munafik, dan gelisah. Sedangkan jika seseorang berhasil mengaktifkan dan membuka Chakra keempat ini, maka menyebabkan dirinya penuh dengan rasa cinta kasih dan kasih sayang serta dapat berempati terhadap sesama.

5. Chakra Kelima

  • Lokasi : Tenggorokan
  • Warna : Biru
  • Fungsi : komunikasi, energi ekspresif, kemauan untuk menyatukan symbol-simbol ke bentuk yang ideal (kuasa dan tenaga untuk memilih)
  • Disfungsi : problem thyroid (gondok), masalah pendengaran, leher, dan kerongkongan
Chakra ini memiliki 16 lembar daun. Secara fisik chakra ini memberikan energi pada kelenjar thyroid dan parathyroid. Chakra ini merupakan pusat penciptaan yang lebih tinggi (kreativitas) dan hubungan antar manusia. Seseorang dengan chakra tenggorokan yang berkembang akan memiliki pengertian yang mendalam mengenai hubungan antar sesama sehingga mempunyai hubungan yang baik dengan sesamanya. Kemampuan untuk berekspresi secara lisan juga dipengaruhi oleh chakra ini. Jika seseorang berhasil membuka dan mengaktifkan Chakra jantung ini, maka akan mengakibatkan dirinya akan dapat mengekspresikan seluruh isi hati dengan baik. Sifat-sifat yang berkenaan dengan chakra tenggorokan yang berkembang dengan baik antara lain adalah kepasrahan, keberhasilan, kelimpahan dan kesejahteraan serta pengembangan pengetahuan duniawi.

6. Chakra Keenam

  • Lokasi : Diantara kedua alis
  • Warna : Nila
  • Fungsi : Penglihatan, intuisi, penyatuan
    Disfungsi : sakit kepala, mimpi buruk, gangguan penglihatan
Chakra ini memberikan energi ke kedua mata, hidung dan kelenjar pituitary. Disebut chakra mata ketiga karena chakra yang berkembang aktif dan bersih dapat memberikan pewaskitaan (clairvoyance) atau kekuatan psikis lainnya. Selain pewaskitaan, chakra ini merupakan titik pemusatan dan pengatur dari chakra-chakra di bawahnya. Chakra ini sering disebut pula berkaitan erat dengan pengetahuan duniawi dan pengetahuan surgawi (spiritual). Seringkali manusia yang telah mencapai taraf kewaskitaan terpesona oleh sensasi tersebut dan lupa akan tujuan utamanya dan lama terhambat pada kesadaran di tahap ini.

7. Chakra Ketujuh

  • Lokasi : Atas kepala ( cerebral cortex )
  • Warna : Ungu
  • Fungsi : Integrasi dan Pemahaman
  • Disfungsi : depresi, mengasingkan diri, ketidakmampuan untuk belajar dan mengerti
Chakra ini adalah pusat masuknya energi Illahi ke seluruh lapisan tubuh dan kesadaran. Seseorang yang berhasil membuka dan mengaktifkan chakra mahkotanya, maka dirinya akan banyak mengetahui rahasia alam. Menjaga agar chakra ini selalu bersih amatlah penting agar energi spiritual dapat diterima secara terus menerus oleh seluruh tubuh. Apabila chakra mahkota yang terbuka dengan lebar maka seseorang dapat melakukan Astral Projection dengan lebih mudah.
Sistem Chakra dianggap oleh banyak orang sebagai sistem yang paling penting. Chakra adalah dasar dari pengembangan diri.

Macam macam Chakra didalam tubuh


Didalam tubuh manusia, terdapat bermacam macam chakra. Chara tersebut seperti sebuah tameng yang ada didalam tubuh manusia. Namun, pada saat ini, banyak orang yang pengen tahu tentang apa itu chakra. sehingga berbagai usaha mereka lakukan agar mendapat jawaban tentang chakra tersebut. Orang yang sudah tahu tentang chakra pasti akan mengembangkan kekuatan chakra yang ada didalam tubuhnya. 

Didalam tubuh manusia, terdapat tujuh macam chakra. Ketujuh chakra tersebut memiliki letak dan fungsi yang berbeda - beda. Orang yang mampu membuka chakra tersebut biasanya memiliki kelebihan daripada orang lain. Karena chakra memiliki banyak fungsi. Diantara fungsi dari ketjuh chakra tersebut adalah bisa digunakan untuk menjaga tubuh dari gengguan kesehatan, mampu untuk menyembuhkan penyakit, bahkan orang yang bisa membuka ketujuh chakra tersebut bisa melihat roh halus. Berikut macam macam dari chakra tersebut:

1.    Root Chakra ( chakra merah)

Chakra dasar ini berkaitan dengan kesadaran fisik dan rasa nyaman dalam banyak situasi. Chakra ini terletak ditulang ekor. Jika dibuka, Anda harus merasa seimbang, logis, stabil dan aman. Tidak ada alasan Anda tidak percaya orang di sekitar Anda. Anda hadir dalam apa yang terjadi sekarang, dan sangat terhubung ke tubuh fisik Anda. 

2.    Buka Chakra sacral (oranye)  

Chakra ini berkaitan dengan perasaan dan seksualitas. Chakta ini terletak di rongga perut bawah diatas kelamin. Jika terbuka, perasaan kebebasan, dan hadir pada Anda tanpa terlalu emosional. Anda akan terbuka untuk afinitas dan bisa bergairah. Anda juga tidak memiliki masalah berdasarkan seksualitas. Jika itu kurang aktif: Anda cenderung emosional atau tidak tenang, dan tidak terbuka pada siapa pun. Jika itu over-aktif: Anda cenderung sensitif dan emosional sepanjang waktu. Anda mungkin juga akan sangat seksual.

3.    Buka Chakra Pusar (kuning)

Cakra ini mengelilingi kepercayaan diri, terutama ketika dalam kelompok. Chakra ini terletak didaerah pusar. Jika chakra ini terbuka, Anda merasa memegang kendali dan memiliki perasaan yang baik dalam diri Anda. Jika itu kurang aktif: Anda cenderung pasif dan bimbang. Anda bisa sering memprihatinkan dan ini tidak menghargai Anda. Jika itu over-aktif: Anda cenderung angkuh dan agresif.

4.    Buka Chakra Jantung (hijau)

Cakra ini adalah semua tentang cinta, peduli, dan sayang. Ketika terbuka, Anda akan penuh kasih dan ramah, selalu bekerja dalam hubungan bersahabat. Chakra ini terletak di bagian jantung anda. Jika itu kurang aktif: Anda cenderung dingin dan tidak ramah. Jika itu over-aktif: Anda cenderung sangat “mencintai” orang-orang yang menderita karena Anda dan Anda bisa dinilai sebagai orang egois.

5.    Buka Chakra Tenggorokan (biru muda)

Cakra ini didasarkan pada ekspresi diri dan komunikasi. Chakra ini terletak ditenggorokan. Ketika cakra terbuka, mengekspresikan diri mudah, dan seni menjadi cara yang bagus untuk melakukan ekspresi diri. Jika itu kurang aktif: Anda cenderung untuk tidak berbicara terlalu banyak, sehingga Anda diklasifikasikan sebagai pemalu. Jika Anda sering berbohong, chakra ini dapat diblokir. Jika itu over-aktif: Anda cenderung banyak bicara, itu mengganggu banyak orang. Anda juga bisa menjadi pendengar yang sangat buruk.

6.    Buka Chakra Third Eye (biru)

Seperti namanya, chakra ini berhubungan dengan wawasan. Chakra ini terletak di antara kedua alis. Ketika terbuka, Anda memiliki kewaskitaan sangat baik, dan cenderung bermimpi banyak hal. Jika itu kurang aktif: Anda cenderung melihat orang lain seperti yang Anda pikirkan. Terlalu sering mengandalkan kepercayaan, Anda juga cenderung bingung dalam sebagian besar waktu Anda. Jika itu over-aktif: Anda cenderung untuk hidup dalam imajinasi dunia sepanjang hari. Pada tingkat ekstrem, Anda bisa menderita lamunan atau bahkan halusinasi.

7.    Buka Chakra Crown (merah muda)

Ini adalah chakra ketujuh dan paling spiritual. Ini mengelilingi hikmah makhluk dan menjadi satu dengan alam semesta. Chakra ini terletak diatas kepala. Ketika cakra ini terbuka, prasangka menghilang dari Anda, dan Anda menjadi lebih sadar akan dunia dan tercipta koneksi ke diri sendiri. Jika itu kurang aktif: Anda cenderung untuk tidak memiliki sense spiritual, dan mungkin cukup kaku dalam pikiran Anda. Jika itu over-aktif: Anda cenderung untuk intellectualize hal sepanjang waktu. Spiritualitas tampaknya datang pertama di pikiran Anda, dan jika Anda benar-benar over-aktif, Anda bahkan mungkin mengabaikan kebutuhan tubuh Anda (makanan, air, tempat tinggal dan lain-lain). 

Lyric lagu sudah cukup sudah NDX AKA

inikah caramu, membalas cintaku
kau nodai cinta yang ku beri
inikah caramu, membalas sayangku
kau lukai sayangku untukmu
teganya kau menari diatas tangisanku
kau permainkanku sesuka hatimu

sudah cukup-cukup sudah
cukup sampai disini saja
dari pada hati gelisah
cintaku kau balas dengan dusta

sudah cukup-cukup sudah
cukup sampai disini saja
dari pada batin tersiksa
lebih baik ku pergi saja

tlah berulang kali
kucoba mengalah
ternyata sabarku
tak berarti untukmu
teganya kau menari diatas
tangisanku
kau permainkanku sesuka hatimu

sudah cukup-cukup sudah
cukup sampai disini saja
dari pada hati gelisah
cintaku kau balas dengan dusta

sudah cukup-cukup sudah
cukup sampai disini saja
dari pada batin tersiksa
lebih baik ku pergi saja

teganya kau menari diatas
tangisanku
kau permainkanku sesuka hatimu

sudah cukup-cukup sudah
cukup sampai disini saja
dari pada batin tersiksa
lebih baik ku pergi saja

sudah cukup-cukup sudah
cukup sampai disini saja
dari pada batin tersiksa
cintaku kau balas dengan dusta

sudah cukup-cukup sudah
cukup sampai disini saja
dari pada batin tersiksa
lebih baik ku pergi saja



kumpulan lyric lagu NDX AKA

Selasa, 30 Januari 2018

kumpulan lyric lagu NDX AKA

1 kimcil kepolen
2 ditinggal rabi
3 andaikan kau datang kembali
4 bojoku digondhol bojone
5 kelingan mantan
6 anti kimcil - kimcil club
7 aku bukan bonekamu
8 sudah cukup sudah
9 sayang

Lyric lagu Kimcil Kepolen

pancene koe pabu nuruti ibumu
jare nek ra ninja ra oleh dicinta
opo koyo ngene susahe wong kere
ameh nyandeng tresno kalah karo bondo

ku ngerti sifatmu bedo karo awakku iki
ono opo kok koe bedo karo aku iki
opo aku salah nek aku tresno koe
po pendak dino atimu enenge gelisah

mending aku ro koe koreksi dewe-dewe
ojo waton tumindak nek kuwi ora becik
mergo sak iki tresno enenge gor bondo
menang rupo kalah rupo aku ora popo


pancene koe pabu nuruti ibumu
jare nek ra ninja ra oleh dicinta
opo koyo ngene susahe wong kere
ameh nyandeng tresno kalah karo bondo

pisan pindo aku percoyo ro omonganmu
jebul saiki koe wes keconangan neng mburiku
koe selingkuh ro koncoku cerakku iki
opo dumeh aku wong kere langsung tok larani

jaremu nek ra fu koe ora i love you
jaremu nek ra ninja koe ora cinta
nanging pie meneh aku wong ra nduwe
kalah bondo menang rupo kuwi saklawase


pancene koe pabu nuruti ibumu
jare nek ra ninja ra oleh dicinta
opo koyo ngene susahe wong kere
ameh nyandeng tresno kalah karo bondo

yonek koe ra iso trimo opo enenge
gor isone ngoyak bondo kuwi ciri khase
pancen koe konco neng atimu wuto
menang rupo moto bondo kui pancen koe

aku wes ra betah ngrasake sifatmu
mending aku tak pisah ninggalke sliramu
ojo rumongso bisa nek koe ora iso
atiku wes ra kuat rasane pengen njepat


pancene koe pabu nuruti ibumu
jare nek ra ninja ra oleh dicinta
opo koyo ngene susahe wong kere
ameh nyandeng tresno kalah karo bondo

pancene koe pabu nuruti ibumu
jare nek ra ninja ra oleh dicinta
opo koyo ngene susahe wong kere
ameh nyandeng tresno kalah karo bondo


 
kumpulan lyric lagu NDX AKA

Lyric lagu Kelingan Mantan NDX A K A

dek koe mbiyen janji karo aku
nglakoni tresno suci kanthi ikhlas tekan mati
neng nyatane ngapusi, cidro ati iki
netes elohku mili deres neng pipi

dek koe mbiyen janji karo aku
nglakoni tresno suci kanthi ikhlas tekan mati
neng nyatane ngapusi, cidro ati iki
netes elohku mili deres neng pipi

pancen loro nek kelingan tentang masa lalu
bayangan memang tak seindah kenyataan di hidupku
kelingan awale kita ketemu di sana
berduaan bermesraan canda dan tawa

sumpah janji tresno iki aku karo koe
mugo wae iso langgeng tekan sak lawase
adek, kangmas nyaman kaleh panjenengan
mugo wae tresno iki ora bakal tau dadi kenangan


dek koe mbiyen janji karo aku
nglakoni tresno suci kanthi ikhlas tekan mati
neng nyatane ngapusi, cidro ati iki
netes elohku mili deres neng pipi

opo iki bukti katresnanmu marang aku
koe ninggal lungo tanpo sebab bahkan ora nesu
rodo sue wes sesasi koe ra ngabari
aku bingung kudu goleki sliramu neng ngendi

yowes mungkin dalan tresnone kudu pisah
walaupun ati iki gor isone pasrah
bakal tak kenang jenengmu nang masa laluku
senajan koe wes gawe cidro neng atiku


mas pangapurane kanggo awakku
mergani tresno iki tak direstui ibuku
aku mblenjani janji cinta kita ini
lilakno aku kanti ikhlas ati

dek koe mbiyen janji karo aku
nglakoni tresno suci kanthi ikhlas tekan mati
neng nyatane ngapusi, cidro ati iki
netes elohku mili deres neng pipi

kumpulan lyric lagu NDX AKA

TATA CARA PELAKSANAAN SHOLAT GERHANA

Bagaimanakah cara melaksanakan shalat gerhana?
Berikut panduan lengkapnya.

Bagi yang Menyaksikan Gerhana Hendaklah Melaksanakan Shalat Gerhana

Jika seseorang menyaksikan gerhana, hendaklah ia melaksanakan shalat gerhana sebagaimana tata cara yang nanti akan kami utarakan, insya Allah.
Lalu apa hukum shalat gerhana? Pendapat yang terkuat, bagi siapa saja yang melihat gerhana dengan mata telanjang, maka ia wajib melaksanakan shalat gerhana.

Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ 

Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan) , maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.2

Karena dari hadits-hadits yang menceritakan mengenai shalat gerhana mengandung kata perintah (jika kalian melihat gerhana tersebut, shalatlah: kalimat ini mengandung perintah). Padahal menurut kaedah ushul fiqih, hukum asal perintah adalah wajib. Pendapat yang menyatakan wajib inilah yang dipilih oleh Asy Syaukani, Shidiq Hasan Khoon, dan Syaikh Al Albani rahimahumullah.

Catatan: Jika di suatu daerah tidak nampak gerhana, maka tidak ada keharusan melaksanakan shalat gerhana. Karena shalat gerhana ini diharuskan bagi siapa saja yang melihatnya sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.

Waktu Pelaksanaan Shalat Gerhana

Waktu pelaksanaan shalat gerhana adalah mulai ketika gerhana muncul sampai gerhana tersebut hilang.
Dari Al Mughiroh bin Syu’bah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِىَ

Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat keduanya, berdo’alah pada Allah, lalu shalatlah hingga gerhana tersebut hilang (berakhir).3

Shalat gerhana juga boleh dilakukan pada waktu terlarang untuk shalat. Jadi, jika gerhana muncul setelah Ashar, padahal waktu tersebut adalah waktu terlarang untuk shalat, maka shalat gerhana tetap boleh dilaksanakan. Dalilnya adalah:

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ

Jika kalian melihat kedua gerhana matahari dan bulan, bersegeralah menunaikan shalat.”4 

Dalam hadits ini tidak dibatasi waktunya. Kapan saja melihat gerhana termasuk waktu terlarang untuk shalat, maka shalat gerhana tersebut tetap dilaksanakan.

Hal-hal yang Dianjurkan Ketika Terjadi Gerhana

Pertama: perbanyaklah dzikir, istighfar, takbir, sedekah dan bentuk ketaatan lainnya.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”5

Kedua: keluar mengerjakan shalat gerhana secara berjama’ah di masjid.
Salah satu dalil yang menunjukkan hal ini sebagaimana dalam hadits dari ’Aisyah bahwasanya Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mengendari kendaraan di pagi hari lalu terjadilah gerhana. Lalu Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melewati kamar istrinya (yang dekat dengan masjid), lalu beliau berdiri dan menunaikan shalat.6 
Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mendatangi tempat shalatnya (yaitu masjidnya) yang biasa dia shalat di situ.7
Ibnu Hajar mengatakan, ”Yang sesuai dengan ajaran Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam adalah mengerjakan shalat gerhana di masjid. Seandainya tidak demikian, tentu shalat tersebut lebih tepat dilaksanakan di tanah lapang agar nanti lebih mudah melihat berakhirnya gerhana.”8
Lalu apakah mengerjakan dengan jama’ah merupakan syarat shalat gerhana? Perhatikan penjelasan menarik berikut.
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin mengatakan, ”Shalat gerhana secara jama’ah bukanlah syarat. Jika seseorang berada di rumah, dia juga boleh melaksanakan shalat gerhana di rumah. Dalil dari hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam,

فَإِذَا رَأَيْتُمْ فَصَلُّوا

”Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalatlah”.9

Dalam hadits ini, beliau shallallahu ’alaihi wa sallam tidak mengatakan, ”(Jika kalian melihatnya), shalatlah kalian di masjid.” Oleh karena itu, hal ini menunjukkan bahwa shalat gerhana diperintahkan untuk dikerjakan walaupun seseorang melakukan shalat tersebut sendirian. Namun, tidak diragukan lagi bahwa menunaikan shalat tersebut secara berjama’ah tentu saja lebih utama (afdhol). Bahkan lebih utama jika shalat tersebut dilaksanakan di masjid karena Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mengerjakan shalat tersebut di masjid dan mengajak para sahabat untuk melaksanakannya di masjid. Ingatlah, dengan banyaknya jama’ah akan lebih menambah kekhusu’an. Dan banyaknya jama’ah juga adalah sebab terijabahnya (terkabulnya) do’a.”10

Ketiga: wanita juga boleh shalat gerhana bersama kaum pria
Dari Asma` binti Abi Bakr, beliau berkata,

أَتَيْتُ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – زَوْجَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – حِينَ خَسَفَتِ الشَّمْسُ ، فَإِذَا النَّاسُ قِيَامٌ يُصَلُّونَ ، وَإِذَا هِىَ قَائِمَةٌ تُصَلِّى فَقُلْتُ مَا لِلنَّاسِ فَأَشَارَتْ بِيَدِهَا إِلَى السَّمَاءِ ، وَقَالَتْ سُبْحَانَ اللَّهِ . فَقُلْتُ آيَةٌ فَأَشَارَتْ أَىْ نَعَمْ

“Saya mendatangi Aisyah radhiyallahu ‘anha -isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- ketika terjadi gerhana matahari. Saat itu manusia tengah menegakkan shalat. Ketika Aisyah turut berdiri untuk melakukan sholat, saya bertanya: “Kenapa orang-orang ini?” Aisyah mengisyaratkan tangannya ke langit seraya berkata, “Subhanallah (Maha Suci Allah)”. Saya bertanya: “Tanda (gerhana)?” Aisyah lalu memberikan isyarat untuk mengatakan iya.”11

Bukhari membawakan hadits ini pada bab:

صَلاَةِ النِّسَاءِ مَعَ الرِّجَالِ فِى الْكُسُوفِ

”Shalat wanita bersama kaum pria ketika terjadi gerhana matahari.”
Ibnu Hajar mengatakan,

أَشَارَ بِهَذِهِ التَّرْجَمَة إِلَى رَدّ قَوْل مَنْ مَنَعَ ذَلِكَ وَقَالَ : يُصَلِّينَ فُرَادَى

”Judul bab ini adalah sebagai sanggahan untuk orang-orang yang melarang wanita tidak boleh shalat gerhana bersama kaum pria, mereka hanya diperbolehkan shalat sendiri.”12

Kesimpulannya, wanita boleh ikut serta melakukan shalat gerhana bersama kaum pria di masjid. Namun, jika ditakutkan keluarnya wanita tersebut akan membawa fitnah (menggoda kaum pria), maka sebaiknya mereka shalat sendiri di rumah.13

Keempat: menyeru jama’ah dengan panggilan ’ash sholatu jaami’ah’ dan tidak ada adzan maupun iqomah.
Dari ’Aisyah radhiyallahu ’anha, beliau mengatakan,

أنَّ الشَّمس خَسَفَتْ عَلَى عَهْدِ رَسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَبَعَثَ مُنَادياً يُنَادِي: الصلاَةَ جَامِعَة، فَاجتَمَعُوا. وَتَقَدَّمَ فَكَبرَّ وَصلَّى أربَعَ رَكَعَاتٍ في ركعَتَين وَأربعَ سَجَدَاتٍ.

“Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk memanggil jama’ah dengan: ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at.”14

Dalam hadits ini tidak diperintahkan untuk mengumandangkan adzan dan iqomah. Jadi, adzan dan iqomah tidak ada dalam shalat gerhana.


Kelima: berkhutbah setelah shalat gerhana
Disunnahkah setelah shalat gerhana untuk berkhutbah, sebagaimana yang dipilih oleh Imam Asy Syafi’i, Ishaq, dan banyak sahabat15. Hal ini berdasarkan hadits:

عَنْ عَائِشةَ رَضي الله عَنْهَا قَالَتْ: خَسَفَتِ الشمسُ عَلَى عَهدِ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم. فَقَامَ فَصَلَّى رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم بالنَّاس فَأطَالَ القِيَام، ثُمَّ رَكَعَ فَأطَالَ الرُّكُوعَ، ثُمَّ قَامَ فَأطَالَ القيَامَ وَهو دُونَ القِيَام الأوَّلِ، ثم رَكَعَ فَأطَالَ الرُّكوعَ وهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الأوَّلِ، ثُم سَجَدَ فَأطَالَ السُّجُودَ، ثم فَعَلَ في الركعَةِ الأخْرَى مِثْل مَا فَعَل في الركْعَةِ الأولى، ثُمَّ انصرَفَ وَقَدْ انجَلتِ الشَّمْسُ، فَخَطبَ الناسَ فَحَمِدَ الله وأثنَى عَليهِ ثم قالَ:
” إن الشَّمس و القَمَر آيتانِ مِنْ آيَاتِ الله لاَ تنْخَسِفَانِ لِمَوتِ أحد. وَلاَ لِحَيَاتِهِ. فَإذَا رَأيتمْ ذلك فَادعُوا الله وَكبروا وَصَلُّوا وَتَصَدَّ قوا”.
ثم قال: ” يَا أمةَ مُحمَّد ” : والله مَا مِنْ أحَد أغَْيَرُ مِنَ الله سُبْحَانَهُ من أن يَزْنَي عَبْدُهُ أوْ تَزني أمَتُهُ. يَا أمةَ مُحَمد، وَالله لو تَعْلمُونَ مَا أعلم لضَحكْتُمْ قَليلاً وَلَبَكَيتم كثِيراً “.

Dari Aisyah, beliau menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri. Kemuadian beliau ruku’ dan memperpanjang ruku’nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau ruku’ kembali dan memperpanjang ruku’ tersebut namun lebih singkat dari ruku’ yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada raka’at berikutnya, beliau mengerjakannya seperti raka’at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.
Setelah itu beliau berkhotbah di hadapan orang banyak, beliau memuji dan menyanjung Allah, kemudian bersabda,
”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”
Nabi selanjutnya bersabda,
”Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah karena ada seorang hamba baik laki-laki maupun perempuan yang berzina. Wahai Umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”16

Khutbah yang dilakukan adalah sekali sebagaimana shalat ’ied, bukan dua kali khutbah. Inilah pendapat yang benar sebagaimana dipilih oleh Imam Asy Syafi’i.17

Tata Cara Shalat Gerhana

Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua raka’at dan ini berdasarkan kesepakatan para ulama. Namun, para ulama berselisih mengenai tata caranya.
Ada yang mengatakan bahwa shalat gerhana dilakukan sebagaimana shalat sunnah biasa, dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada sekali ruku’, dua kali sujud. Ada juga yang berpendapat bahwa shalat gerhana dilakukan dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada dua kali ruku’, dua kali sujud. Pendapat yang terakhir inilah yang lebih kuat sebagaimana yang dipilih oleh mayoritas ulama.18

Hal ini berdasarkan hadits-hadits tegas yang telah kami sebutkan:
“Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk menyeru ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at.”19

“Aisyah menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri. Kemuadian beliau ruku’ dan memperpanjang ruku’nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau ruku’ kembali dan memperpanjang ruku’ tersebut namun lebih singkat dari ruku’ yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada raka’at berikutnya beliau mengerjakannya seperti raka’at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.”20

Ringkasnya, tata cara shalat gerhana -sama seperti shalat biasa dan bacaannya pun sama-, urutannya sebagai berikut.

[1] Berniat di dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada  tuntunannya dari Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam dan beliau shallallahu ’alaihi wa sallam juga tidak pernah mengajarkannya lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.
[2] Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.
[3] Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:

جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ

”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)
[4] Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.
[5] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’
[6] Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.
[7] Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.
[8] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).
[9] Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.
[10] Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
[11] Tasyahud.
[12] Salam.
[13] Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak. 21

Nasehat Terakhir

Saudaraku, takutlah dengan fenomena alami ini. Sikap yang tepat ketika fenomena gerhana ini adalah takut, khawatir akan terjadi hari kiamat. Bukan kebiasaan orang seperti kebiasaan orang sekarang ini yang hanya ingin menyaksikan peristiwa gerhana dengan membuat album kenangan fenomena tersebut, tanpa mau mengindahkan tuntunan dan ajakan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika itu. Siapa tahu peristiwa ini adalah tanda datangnya bencana atau adzab, atau tanda semakin dekatnya hari kiamat. Lihatlah yang dilakukan oleh Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam:

عَنْ أَبِى مُوسَى قَالَ خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِى زَمَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَامَ فَزِعًا يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ حَتَّى أَتَى الْمَسْجِدَ فَقَامَ يُصَلِّى بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَرُكُوعٍ وَسُجُودٍ مَا رَأَيْتُهُ يَفْعَلُهُ فِى صَلاَةٍ قَطُّ ثُمَّ قَالَ « إِنَّ هَذِهِ الآيَاتِ الَّتِى يُرْسِلُ اللَّهُ لاَ تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُرْسِلُهَا يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ

Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu menuturkan, ”Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan shalat dengan berdiri, ruku’ dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikian rupa.”
Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam lantas bersabda,”Sesungguhnya ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang. Akan tetapi Allah menjadikan demikian untuk menakuti hamba-hamba-Nya. Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdo’a dan memohon ampun kepada Allah.”22

An Nawawi rahimahullah menjelaskan mengenai maksud kenapa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam takut, khawatir terjadi hari kiamat. Beliau rahimahullah menjelaskan dengan beberapa alasan, di antaranya:
Gerhana tersebut merupakan tanda yang muncul sebelum tanda-tanda kiamat seperti terbitnya matahari dari barat atau keluarnya Dajjal. Atau mungkin gerhana tersebut merupakan sebagian tanda kiamat. 23
Hendaknya seorang mukmin merasa takut kepada Allah, khawatir akan tertimpa adzab-Nya. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam saja sangat takut ketika itu, padahal kita semua tahu bersama bahwa beliau shallallahu ’alaihi wa sallam adalah hamba yang paling dicintai Allah. Lalu mengapa kita hanya melewati fenomena semacam ini dengan perasaan biasa saja, mungkin hanya diisi dengan perkara yang tidak bermanfaat dan sia-sia, bahkan mungkin diisi dengan berbuat maksiat. Na’udzu billahi min dzalik.
Demikian penjelasan ringkas kami mengenai shalat gerhana.
 Semoga bermanfaat.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Rumaysho.com
Wisma MTI, Pogung Kidul, sekretariat YPIA, 14 Muharram 1431 H

Footnote:

1 Sumber bacaan: detik.com
2 HR. Bukhari no. 1047
3 HR. Bukhari no. 1060 dan Muslim no. 904
4 HR. Bukhari no. 1047
5 HR. Bukhari no. 1044
6 HR. Bukhari no. 1050
7 Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 1/343
8 Fathul Bari, 4/10
9 HR. Bukhari no. 1043
10 Syarhul Mumthi’, 2/430
11 HR. Bukhari no. 1053
12 Fathul Bari, 4/6
13 Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 1/345
14 HR. Muslim no. 901

15 Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 1/435

16 HR. Bukhari, no. 1044
17 Lihat Syarhul Mumthi’, 2/433
18 Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 1/435-437
19 HR. Muslim no. 901
20 HR. Bukhari, no. 1044
21 Lihat Zaadul Ma’ad, Ibnul Qayyim, 349-356, Darul Fikr dan Shohih Fiqih Sunnah, 1/438
22 HR. Muslim no. 912
23 Syarh Muslim, 3/322


Sumber : https://rumaysho.com/753-panduan-shalat-gerhana.html